Minggu, 25 April 2010

kolonialisme barat di indonesia

    Semenjak bangsa Turki Usmani menguasai laut tengah, dan kota-kota pelabuhan dagang disana, maka rantai perdagangan dariAsia ke Eropa terputus. Hal ini karena bangsa Turki melarang orang Eropa barat melakukan dagang dipelabuhan dagang di laut tengah, alasan pelarangan adalah karena kebencian lama yang terpendam akibat perang salib.
    Dampak dari terputusnya rantai perdagangan berakibat terjadinya kelangkaan rempah-rempah di Eropa, kalaupun ada harganya mahal. Kondisi ini mendorong bangsa Eropa untuk berlayar mencari Dunia Timur sebagai penghasil rempah-rempah. Keinginan bangsa Eropa menemukan bangsa Timur semakin dipercepat bersamaan dengan berkembangnya ilmu di Eropa yang meliputi ilmu pelayaran/navigasi (ditemukannya kompas) munculnya teori yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.

BERDIRINYA VOC 

    Selama 3 tahun berturut-turut dimulai tahun 1495-1498 bangsa belanda datang ke Indonesia dan menginjakkan kakinya untuk pertama kali dipelabuhan Banten. Awal kedatangannya diwarnai perselisihan dengan penguasa setempat. Untuk waktu-waktu berikutnya, banyak orang Belanda datang ke Nusantara dengan maksud dan tujuan sama "mencari komoditas perdagangan dan membawanya ke Eropa". Sangat banyaknya orang Belanda datang ke Indonesia menimbulkan terjadinya persaingan dagang diantara mereka sesama orang Belanda. Untuk menghindari konfrontasi akibat persaingan tersebut, maka dibentuklah VOC (Vereenigde Oost Compagnie), yang dibentuk pada tanggal 20 Maret 1602, dengan kantornya pertama ada di Banten, pemimpin yang pertama adalah Francois Wittert. Dari waktu-kewaktu VOC merauk keuntungan yang sangat besar, yang mampu memberikan pemasukan devisa yang besar bagi kerajaan Belanda. Guna memperlancar kegiatan dinusantara maka VOC mengupayakan legalitas dan kewenangan untuk menjalankan usaha dinusantara, dengan cara mengupayakan beberapa hak istimewa dari pemerintah kerajaan Belanda yang antara lain, sebagai berikut :

  1. Hak membuat perjanjian dengan penguasa setempat.
  2. Hak mencetak mata uang sendiri.
  3. Hak untuk mengadakan pasukan pengamanan (tentara).
  4. Hak untuk menyelenggarakan sistim peradilan sendiri.
    Dalam perjalanan waktu, VOC mengalami penyerangan dari dalam yaitu pegawainya banyak yang melakukan korupsi, sehingga VOC bangkrut. Selain itu banyak pemimpin VOC yang kurang cakap dalam melakukan tugasnya, karena adanya titipan dari Parlemen atau Pemerintah untuk dipekerjakan di VOC.
Pada tahun 1799 VOC dibubarkan. Tahun 1800secara resmi VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda. Penyebab lain bangkrutnya VOC, antara lain :
  • Terlalu besarnya beban yang dilakukan VOC sehingga antara pengeluaran dan pemasukan VOC tidak seimbang.
  • Anggaran gaji pegawai terlalu besar.
  • Persaingan yang ketat dengan EIC (East Indian Compaonie) milik Inggris. 

0 komentar:

komentar terbaru

 
Copyright © 2010 sahabat | Design : Noyod.Com